Jumat, 28 Februari 2014

Naskah Drama 1 Babak - Ulfa Rohimawati


Drama 1 Babak
BOOM
Oleh Ulfa Rohimawati (9G/21)
TOKOH :
LUNA             : Adik Bella, pelajar SMA, usia 16 tahun, manja
BELLA           : Kakak Luna, pelajar SMA, usia 18 tahun, suka belanja
PAK TOMI     : Polisi yang menyamar sebagai penumpang biasa, usia 26 tahun
PAK ARDI     : Polisi yang menyamar sebagi supir bis, usia 25 tahun
KRIS               : Mahasiswa, usia 20 tahun
TERORIS       :Yang melakukan pengeboman di bis, mengenakan cadar dan didalam                      jubahnya tubuhnya dipenuhi kabel-kabel dan bom , laki-laki, usia 29 tahun                

DALAM SEBUAH BIS YANG TENANG, YANG SEDANG MELEWATI JALAN SEPI YANG DIIRINGI OLEH PEPOHONAN DAN JURANG , HANYA BERISI PENUMPANG SETENGAH BIS BAGIAN DEPAN YANG KEBANYAKAN TERTIDUR. ADA SATU ORANG YANG BERDIRI DI DEKAT SUPIR, DAN ADA PENUMPANG BERCADAR YANG DUDUK SENDIRI DI BANGKU BELAKANG.

BELLA           : Lun, nanti di Jogja temenin beli sepatu sama tas ya, katanya ada took lucu-
                          lucu     gitu..
LUNA             : Kita ke Jogja kan mau njenguk ibu sama ayah, bukan jalan-jalan
BELLA           : Tapi juga bisa jalan-jalan kan?
LUNA             : Terserah deh, aku mau tidur
BELLA           : (Menoleh ke arah Luna dengan cemberut)
                        (Dalam suasana tenang, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari bangku-bangku kosong belakang)
LUNA DAN   : (Berdiri dan menghadap ke belakang degan terkejut)
BELLA
PAK TOMI    : Berenti DI! (Berlari ke belakang, lalu menodongkan pistol ke seorang  penumpang yang mengenakan cadar dan mengambil sebuah tombol ditangan teroris dan memborgolnya. Dilakukannya dengan gesit)
TERORIS       : (Membrontak)
PAK TOMI     : Diam! (Melepaskan cadar, kerudung, dan jubahnya, dan merusak bom yang melekat di tubuh teroris)
LUNA             : Hah! Yaampun! (Terkejut)
BELLA           : (Matanya melotot kaget)
PAK TOMI     : (Mengikat teroris ke tiang) Harap semua tenang, saya adalah seorang polisi yang sedang bertugas menangkap teroris ini bersama teman saya Ardi, dan bom sudah diamankan. Putar balik ke kantor polisi Di! (Berteriak ke Ardi)
PAK ARDI     : (Menyupiri bis menuju kantor polisi)
PAK TOMI     : Harap tenang, kami sudah mengikuti teroris ini, kami pastikan dia sendiri dalam bis ini, dan hanya ada satu om yang berbahaya dalam bis ini, yaitu bom pada badan teroris, tetapi.. (Pembicaraan terpotong)
LUNA DAN   : (Terjadi ledakan di kursi mereka, lalu berteriak dan keluar dari kursi)
BELLA
LUNA             : Ibu..!!
BELLA           : Aaa..!!
PAK TOMI     : (Sedikit terkejut) Tolong semuanya tenang dulu! Di, berenti dulu!(Berteriak ke Ardi)
PAK ARDI     : (Memberhentikan bis dan berlari ke belakang)
PAK TOMI     : Kamu gantiin aku jaga teroris ini (Menuju tempat duduk Luna dan Bella) kalian tenang dulu
BELLA           : Gemana sih, katanya gaada bom lain? (Masih agak terkejut dan sedikit marah)
LUNA             : (Masih sangat terkejut)
PAK TOMI     : Iya, tengin diri dulu, sini duduk dulu (Menuntun mereka ke kursi belakang yang kosong, lalu mengambil air mineral dari tasnya dan diberikan ke Bella dan Luna) ini minum dulu biar tenang.
PAK ARDI     : Semuanya harap tenang! Kita akan pergi ke polres untuk melaporkan kejadian ini, tetap saya harap selama dalam perjalanan kalian bisa tenang. Jika butuh air mineral ambil di kursi bagian depan
PAK TOMI     : (Mengambil suntikan berisi obat penenang dalam tasnya, dan memberikannya kepada Pak Ardi)
PAK ARDI     : (Menerima obat penenang yang diberikan Pak Tomi, lalu menyuntikannya pada teroris) Kalian tenang saja, teroris tidak sadarkan diri untuk beberapa saat.
PAK TOMI     : (Duduk di kursi seberang Bella, tetapi menghadap ke Bella) udah tenang?
PAK ARDI     : Aku berangkatin lagi bisnya ya (berbisik ke Pak Tomi dan berjalan menuju kursi supir)
PAK TOMI     : (Menoleh sebentar ke arah Pak Tomi) Udah tenang kan mba? Nah tadi itu saya belum selesai bicara, jadi maksud omongan saya tadi itu bom yang bebrbahaya hanya bom yang melekat pada tubuh si teroris yang dapat meledakan bis dan seisinya, tetapi ada kemungkinan banyak bom-bom lain yang hanya untuk menakut-nakuti saja, seperti yang ada di kursi mba itu (menunjuk ke kursi tadi), tapi sekarang sudah aman karena si teroris tidak sadarkan diri.
KRIS               : (Dari tadi ikut mendengarkan penjelasan Pak Tomi) Jadi ledakan kaya tadi ngga berbahaya?
PAK TOMI     : (Menoleh ke arah Kris yang duduk di depan Luna) ya, paling hanya menimbulkan asap seperti itu (menunjuk kursi tadi)
BELLA           : Teroris kaya gitu tujuannya apa sih?!
LUNA             : (Menoleh ke belakang dan ikut mendengarkan)
PAK TOMI     : (Sedikit berfikir) secara umum, sebenernya mereka itu ngga setuju dengan sesuatu dan diselesaikan dengan kekerasan
KRIS               : iya sih, mereka ngga suka sama orang kafir trus mereka neror-neror gini kan, bilangnya jihad di jalan Allah
LUNA             : Emangnya mereka ngga masuk golongan kafir? Mereka juga mbunuh-mbunuh orang gitu
BELLA           : Kaya gitu jihad di jalan Allah!
PAK TOMI     : Sebenernya teroris itu kan sebutan bagi orang yang suka meneror, tapi setelah ada kejadian-kejadian seperti ini sebutan teroris lebih cenderung ke orang-orang muslim yang alirannya sangat keras bahkan mungkin bisa dibilang udah menyimpang ya
KRIS               : Hm.. ya saking ngerasa paling bener, mbunuhin orang jadi kegiatan yang halal ya, haha..
BELLA           : iya ya, sebenernya tuh mereka Cuma ngehakimin orang, padahal itu bukan tugas mereka
LUNA             : (Melirik ke arah teroris dengan sinis)
PAK TOMI     : Ya, makannya kalian harus hati-hati, kejadian kaya gini bisa terjadi dimana saja
LUNA             : Lho, kok bisnya berenti, ada apa? (sedikit takut)
BELLA,          : (menoleh ke jendela)
KRIS, DAN
PAK TOMI
PAK TOMI     : ternyata kita udah sampai, ya kalian bisa menunggu di kantor polisi, sekalian sebagai saksi, ayo turun (membawa teroris)
BELLA DAN : (Keluar bis)
KRIS
LUNA             : (Berjalan di belakang Bella)




0 komentar:

Posting Komentar