Kamis, 13 Februari 2014

Naskah Drama 1 Babak - Ghina Noviana Rahmawati

Drama 1 Babak
KORUPSI DIBIKIN MATI OLEH MBA KUNTI
Oleh Ghina Noviana Rahmawati

TOKOH :
PURWOKO : Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Padamara (50 tahun)
SOPO : Asisten Purwoko (27 tahun)
MBA KUNTI : Hantu di ruang rahasia
POLISI 1 : Tubuh tinggi, berkumis (35 tahun)
POLISI 2 : Tubuh besar, gemuk, rekan polisi 1 (47 tahun)

PAGI YANG HANGAT DI RUANG KERJA PURWOKO. RUANGAN BERUKURAN 4 X 4 M. TERDAPAT SEBUAH MEJA DI BAGIAN TENGAH DENGAN RAK BUKU DI DINDING BELAKANGNYA. SEBUAH LUKISAN KLASIK BALI MENGHIASI SISI KANANNYA. DISANA, TERDAPAT 2 KURSI YANG SALAH SATUNYA DIDUDUKI OLEH SOPO YANG TENGAH GELISAH MENUNGGU KEHADIRAN SESEORANG.

PURWOKO : (Membuka pintu) Huh!
SOPO : Ada apa, Pak?
PURWOKO : Tadi di depan gedung ada banyak wartawan. Apa yang terjadi?
SOPO : Apakah Bapak belum tau, kalau berita tentang dana pembangunan jembatan ‘Kalimampet’ yang telah kita korupsi sudah menjadi rahasia umum?
PURWOKO : Siapa yang telah menyebarkan berita itu? (Marah)
SOPO : Saya tidak tahu, Pak.
PURWOKO : Kamu punya solusi?
SOPO : Tidak, Pak, saya kan baru pernah mengalami seperti ini.
PURWOKO : Dimana kamu menaruh uang itu?
SOPO : Di dalam tas ini, Pak. (Menyodorkan sebuah tas)
PURWOKO : Sebaiknya, kita simpan dulu di tempat yang aman, lalu kita katakan pada masa kalau kita tidak korupsi. Kita bilang itu hanya isu belaka. Lagipula sebentar lagi proyek jembatan itu akan dimulai.
SOPO : Tapi, dimana tempat yang aman?
PURWOKO : Saya punya villa di kaki Gunung Slamet. Cepat antarkan saya kesana, sekarang!
SOPO : Baik, Pak. (Mengambil kunci mobil)

TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA RIBUT DARI LUAR
SOPO : Bagaimana ini, Pak?
PURWOKO : Saya punya ruangan rahasia dibalik lukisan itu. Ayo kita sembunyi. (Penuh semangat)
SOPO : (Mengikuti Purwoko)

BRAAK!!’ PINTU TERBUKA
POLISI 1 : Keluar kamu Pur! Kamu sudah tertangkap. Tidak bisa berkutik lagi. (Mengarahkan pistolnya ke seluruh ruangan)
POLISI 2 : Ayolah Pur! Semua bukti sudah mengarah padamu. Menyerahlah! (Berbicara lantang)
PURWOKO : Aku merasakan hawa dingin disini (Merinding). Bagaimana denganmu?
SOPO : Aku juga. Sepertinya dari arah sana. (Menunjuk ke sebelah kanan Purwoko)
PURWOKO : (Gelisah) Sudahlah, lupakan!
SOPO : Saya kira ruangan rahasia Bapak luas, terang, nyaman. Eh, ternyata hanya ruangan berukuran 1x1x1 meter tanpa penerangan.
PURWOKO : (Merinding) Kamu yang meniup leherku ya?
SOPO : Bukan lah. Untuk apa.
MBA KUNTI : Hihihihihi.
PURWOKO : (Mencengkeram tangan Sopo) Kamu dengar suara itu?
SOPO : Pastilah, Pak. (Takut)
PURWOKO : Kamu bawa hp kan? Coba terangi ruangan ini!
SOPO : Baik, Pak. (Mengambil hp-nya)
PURWOKO : Ayo, cepat!
SOPO : (Menyinari seluruh ruangan. Matanya terbelalak)
PURWOKO : Ada apa?
SOPO : Ha-ha-ha..Hantu! (Dengan suara tertahan. Lalu pingsan seketika)
PURWOKO : Po! Sopo! Kanmu kenapa? (Lalu menghadap kanan dan terkejut)
MBA KUNTI : Hihihihihi. Akhirnya, setelah sekian lama, aku bisa bertemu dan berbicara 4 mata denganmu.
PURWOKO : Siapa kamu?
MBA KUNTI : Aku adalah arwah dari orang yang menjadi korban kecuranganmu. Uang yang kamu korupsi itu, membuat aku tidak bisa makan. Sampai-sampai aku mati kelaparan. Amat mengenaskan.
PURWOKO : Untuk apa kau menemuiku?
MBA KUNTI : Aku masih menyimpan dendam padamu.
PURWOKO : Apa yang kau inginkan?
MBA KUNTI : Nyawamu!
PURWOKO : Untuk apa? Kamu kan bisa meminta uang sebanyak yang kau mau padaku.
MBA KUNTI : Tidak! Nyawa dibayar nyawa! Aku sudah tidak butuh uangmu lagi sekarang.
PURWOKO : (Pasrah)
MBA KUNTI : Bersiaplah menemui ajalmu, Pur! (Mencekik leher Purwoko)
PURWOKO : Hah, hah, tolong! (Dengan nafas tersengal)
MBA KUNTI : Sekarang, hutang nyawamu telah lunas. (Melihat mayat Purwoko)
POLISI 2 : Aku menemukan pintu rahasia dibalik lukisan ini. (Memegang sebuah lukisan)
POLISI 1 : Ayo kita selidiki!
POLISI 2 : Lihatlah! Disitu ada 2 orang tak sadarkan diri!
POLISI 1 : (Memeriksa nadi Purwoko dan Sopo) Tersangka sudah tewas. Tetapi rekannya masih hidup.
POLISI 2 : Baiklah. Rekan tersangka akan dijadikan sebagai saksi. Sekarang kita otopsi mayat itu!
POLISI 1 & 2 : (Membawa mayat Purwoko)

0 komentar:

Posting Komentar