Drama 1 Babak
DENDAM ANAK TIRI
Oleh Saras Aprilia (IXG/14)
TOKOH :
RIANA : Usia 9 tahun, korban, pemilik boneka.
MAMAH RIANA : Usia 16 tahun, korban, ibu tiri arwah.
BU DHIANA : Usia 35 tahun, guru les Riana, saudara tiri Riana.
ARWAH : Hantu, anak tiri mamah Riana, saudara tiri Riana.
PAK RIO : Usia 35 tahun, pembasmi hantu, teman Bu Dhiana.
BIBI : Usia 40 tahun, pembantu.
PADA SUATU PAGI DI SEBUAH RUMAH YANG CUKUP BESAR, TINGGALAH SEORANG ANAK KECIL BERSAMA IBU DAN BIBINYA. DIA SANGAT KESEPIAN, IBUNYA SIBUK BEKERJA SEMENTARA AYAHNYA SUDAH MENINGGAL.
RIANA : Mah... kita-kita jalan yuk! Inikan Hari Minggu (Menarik tangan ibunya)
MAMAH : Riana kamu nggak lihat mamah lagi sibuk (Dengan nada setengah marah)
RIANA : Tapi mah...
MAMAH : Mendingan sekarang kamu mandi, bentar lagi guru les kamu dateng.
GURU LES RIANA DATANG
BU DHIANA : Riana, kamu kok cemberut terus sih dari tadi?
RIANA : Iya, mamah sibuk terus sama pekerjaannya, mamah juga marah terus (Sedih)
BU DHIANA : Ya udah, mungkin mamah lagi capek, mendingan sekarang kita belajar aja!
RIANA : Iya bu.
TIBA-TIBA BIBI DATANG
RIANA : Bi, itu apa? (Nada penasaran)
BIBI : Ini mba, tadi bibi nemuin ini di depan, kayaknya sih paket kiriman buat rumah ini, tapi nggak ada nama pengirim dan nggak tahu buat siapa (Bingung)
MAMAH : Ada apa ini?
BIBI : Ini bu, ada paket.
MAMAH : Dari siapa?
BIBI : Saya nggak tahu bu, tadi tiba-tiba dah di depan.
MAMAH : Aaaaaaaaaa... (Kaget campur takut setelah membuka paket)
BU DHIANA : Ada apa bu?
MAMAH : Bi, cepat buang boneka itu! (Sangat takut)
RIANA : Mah, jangan dibuang dong!
BU DHIANA : Tunggu! Ini sebenarnya ada apa?
RIANA : Bu, itu boneka aku tapi nggak tahu kenapa mamah selalu takut sama boneka itu dan nyuruh aku buat buang boneka itu jauh-jauh.
MAMAH RIANA PERGI MENJAUHI BONEKA ITU, DISUSUL BU DHIANA
BU DHIANA : Bu, sebenarnya kenapa ibu takut dengan boneka itu?
MAMAH : Ibu harus janji pada saya jaga Riana baik-baik, saya mohon.
BU DHIANA : Maksud ibu apa?
MAMAH : Dulu beberapa menit sebelum suami saya meninggal dia bercerita kalau dia meninggal karena boneka itu, dalam tubuh boneka itu ada arwah anak suami saya dari isteri pertamanya, katanya dia ingin membalas dendam pada keluarga saya karena menurut dia saya telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya.
BU DHIANA : Maksudnya menghancurkan?
MAMAH : Sebelum suami saya menikah dengan saya dia telah memiliki isteri dan seorang anak, namun akhirnya dia menikah dengan saya karena perjodohan, dan setelah kami menikah tiba-tiba isteri pertama suami saya meninggal karena kecelakaan, arwah itu kira saya yang telah membunuh ibunya, dan dia akhirnya juga meninggal karena sakit yang tidak ketahuan.
BU DHIANA : Dan arwah itu masuk ke tubuh boneka milik Riana? Tapi, memangnya apa yang dia rencanakan atau lakukan untuk membalaskan dendamya?
MAMAH : Dia akan menakuti korbannya, tapi hanya korbannya saja yang bisa merasakannya.
BU DHIANA : Maksudnya, seperti yang terjadi? Saat ibu teriak ketakutan melihatboneka itu, saya, Riana, dan bibi hanya biasa saja?
MAMAH : Iya.
BU DHIANA : Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menyingkirkan arwah itu, seperti yang kita tahu Riana sangat menyayangi boneka itu, bahkan sebelum arwah itu datang.
MAMAH : Saya tidak tahu, yang jelas hanya anda dan bibi yang dapat melakukannya, karena hanya kalian lah yang saat ini bisa melindungi Riana.
RIANA MENGIKUTI BIBI SAMPAI KE TEMPAT BIBI MEMBUANG BONEKA ITU
BIBI : Aduuuuuhhhh... aku buang sini saja deh! (Langsung pergi)
RIANA : Riani, akhirnya ku dapatkan juga kamu. Kenapa mereka terus berusaha untuk membuang kamu ya? (Berbicara pada boneka sambil memeluknya)
TIBA-TIBA ARWAH DALAM BONEKA ITU MASUK KE TUBUH RIANA
RIANA : Aaaaaaaa...
BU DHIANA : Loh, itu seperti suara Riana?! (Kaget dan bingung)
MAMAH : Iya betul bu, ayo kita ke sana!
BIBI : Mba Riana, mba kenapa?! (Bingung campur takut)
MAMAH : Ya ampun Riana, kamu kenapa nak?
RIANA : Kamu harus mati... kamu harus mati... kamu harus membayar semuanya ( mendekati mamah Riana)
BU DHIANA : Kamu... kamu bukan Riana kan?
RIANA/
ARWAH : Hahaha... iya, aku disini untuk balas dendam, hahaha...
MAMAH RIANA MENCOBA LARI, NAMUN KAKINYA TIDAK DAPAT BERGERAK
MAMAH : Ada apa ini? (Mulai takut)
RIANA/
ARWAH : Haha... kamu tidak akan bisa lari.
BU DHIANA : Bi, tolong cepat hubungi nomer ini! Katakan kalu saat ini saya membutuhkan bantuannya dan tolong cepat datang kesini.
BIBI : Baik bu.
MAMAH : Aaaa... tolong... tolong... (Terus berteriak)
RIANA/
ARWAH : Tak ada yang bisa menolongmu sekarang.
PAK RIO YANG DIMAKSUD BU DHIANA DATANG DAN LANGSUNG MEMBANTU
RIANA : Aaaaaa... ( Kesakitan karena serangan yang diberikan Pak Rio)
ARWAH KELUAR DARI TUBUH RIANA MENYERANG PAK RIO, RIANA PINGSAN
ARWAH : Kurangajar, siapa yang berani padaku?
PAK RIO : Hei arwah, pergi kamu sekarang! (Perintah Pak Rio)
ARWAH : Aku akan pergi setelah mereka mati. (Nada membentak)
MAMAH : Kamu harus tahu, ibumu mati bukan karena aku, tapi murni karena kecelakaan sementara pernikahanku dan papahmu itu juga karena perjodohan.
ARWAH : Aku tidak percaya, dasar pembohong!
MAMAH : Kamu harus percaya, aku jujur. Aku bahkan sangat sedih saat tahu ibumu meninggal.
ARWAH : Aaaaaa (Langsung hilang dan musnah karena serangan mendadak Pak Rio)
PAK RIO : Dia sudah tenang.
RIANA : Aww. (Bangun dari pingsannya)
MAMAH : Riana, maafin mamah ya. Sekarang kita akan seperti dulu lagi, hidup bahagia. (Memeluk Riana)
RIANA : Mamah... (Bingung campur senang)
MAMAH : Terimakasih Bu Dhiana, bibi, Pak...
PAK RIO : Rio.
MAMAH : Terimakasih Pak Rio.
PAK RIO : Sama-sama bu, memang itu sudah tugas saya.
BU DHIANA : Iya, saya senang bila ibu dan Riana senang.
BIBI : (Tersenyum)
DENDAM ANAK TIRI
Oleh Saras Aprilia (IXG/14)
TOKOH :
RIANA : Usia 9 tahun, korban, pemilik boneka.
MAMAH RIANA : Usia 16 tahun, korban, ibu tiri arwah.
BU DHIANA : Usia 35 tahun, guru les Riana, saudara tiri Riana.
ARWAH : Hantu, anak tiri mamah Riana, saudara tiri Riana.
PAK RIO : Usia 35 tahun, pembasmi hantu, teman Bu Dhiana.
BIBI : Usia 40 tahun, pembantu.
PADA SUATU PAGI DI SEBUAH RUMAH YANG CUKUP BESAR, TINGGALAH SEORANG ANAK KECIL BERSAMA IBU DAN BIBINYA. DIA SANGAT KESEPIAN, IBUNYA SIBUK BEKERJA SEMENTARA AYAHNYA SUDAH MENINGGAL.
RIANA : Mah... kita-kita jalan yuk! Inikan Hari Minggu (Menarik tangan ibunya)
MAMAH : Riana kamu nggak lihat mamah lagi sibuk (Dengan nada setengah marah)
RIANA : Tapi mah...
MAMAH : Mendingan sekarang kamu mandi, bentar lagi guru les kamu dateng.
GURU LES RIANA DATANG
BU DHIANA : Riana, kamu kok cemberut terus sih dari tadi?
RIANA : Iya, mamah sibuk terus sama pekerjaannya, mamah juga marah terus (Sedih)
BU DHIANA : Ya udah, mungkin mamah lagi capek, mendingan sekarang kita belajar aja!
RIANA : Iya bu.
TIBA-TIBA BIBI DATANG
RIANA : Bi, itu apa? (Nada penasaran)
BIBI : Ini mba, tadi bibi nemuin ini di depan, kayaknya sih paket kiriman buat rumah ini, tapi nggak ada nama pengirim dan nggak tahu buat siapa (Bingung)
MAMAH : Ada apa ini?
BIBI : Ini bu, ada paket.
MAMAH : Dari siapa?
BIBI : Saya nggak tahu bu, tadi tiba-tiba dah di depan.
MAMAH : Aaaaaaaaaa... (Kaget campur takut setelah membuka paket)
BU DHIANA : Ada apa bu?
MAMAH : Bi, cepat buang boneka itu! (Sangat takut)
RIANA : Mah, jangan dibuang dong!
BU DHIANA : Tunggu! Ini sebenarnya ada apa?
RIANA : Bu, itu boneka aku tapi nggak tahu kenapa mamah selalu takut sama boneka itu dan nyuruh aku buat buang boneka itu jauh-jauh.
MAMAH RIANA PERGI MENJAUHI BONEKA ITU, DISUSUL BU DHIANA
BU DHIANA : Bu, sebenarnya kenapa ibu takut dengan boneka itu?
MAMAH : Ibu harus janji pada saya jaga Riana baik-baik, saya mohon.
BU DHIANA : Maksud ibu apa?
MAMAH : Dulu beberapa menit sebelum suami saya meninggal dia bercerita kalau dia meninggal karena boneka itu, dalam tubuh boneka itu ada arwah anak suami saya dari isteri pertamanya, katanya dia ingin membalas dendam pada keluarga saya karena menurut dia saya telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya.
BU DHIANA : Maksudnya menghancurkan?
MAMAH : Sebelum suami saya menikah dengan saya dia telah memiliki isteri dan seorang anak, namun akhirnya dia menikah dengan saya karena perjodohan, dan setelah kami menikah tiba-tiba isteri pertama suami saya meninggal karena kecelakaan, arwah itu kira saya yang telah membunuh ibunya, dan dia akhirnya juga meninggal karena sakit yang tidak ketahuan.
BU DHIANA : Dan arwah itu masuk ke tubuh boneka milik Riana? Tapi, memangnya apa yang dia rencanakan atau lakukan untuk membalaskan dendamya?
MAMAH : Dia akan menakuti korbannya, tapi hanya korbannya saja yang bisa merasakannya.
BU DHIANA : Maksudnya, seperti yang terjadi? Saat ibu teriak ketakutan melihatboneka itu, saya, Riana, dan bibi hanya biasa saja?
MAMAH : Iya.
BU DHIANA : Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menyingkirkan arwah itu, seperti yang kita tahu Riana sangat menyayangi boneka itu, bahkan sebelum arwah itu datang.
MAMAH : Saya tidak tahu, yang jelas hanya anda dan bibi yang dapat melakukannya, karena hanya kalian lah yang saat ini bisa melindungi Riana.
RIANA MENGIKUTI BIBI SAMPAI KE TEMPAT BIBI MEMBUANG BONEKA ITU
BIBI : Aduuuuuhhhh... aku buang sini saja deh! (Langsung pergi)
RIANA : Riani, akhirnya ku dapatkan juga kamu. Kenapa mereka terus berusaha untuk membuang kamu ya? (Berbicara pada boneka sambil memeluknya)
TIBA-TIBA ARWAH DALAM BONEKA ITU MASUK KE TUBUH RIANA
RIANA : Aaaaaaaa...
BU DHIANA : Loh, itu seperti suara Riana?! (Kaget dan bingung)
MAMAH : Iya betul bu, ayo kita ke sana!
BIBI : Mba Riana, mba kenapa?! (Bingung campur takut)
MAMAH : Ya ampun Riana, kamu kenapa nak?
RIANA : Kamu harus mati... kamu harus mati... kamu harus membayar semuanya ( mendekati mamah Riana)
BU DHIANA : Kamu... kamu bukan Riana kan?
RIANA/
ARWAH : Hahaha... iya, aku disini untuk balas dendam, hahaha...
MAMAH RIANA MENCOBA LARI, NAMUN KAKINYA TIDAK DAPAT BERGERAK
MAMAH : Ada apa ini? (Mulai takut)
RIANA/
ARWAH : Haha... kamu tidak akan bisa lari.
BU DHIANA : Bi, tolong cepat hubungi nomer ini! Katakan kalu saat ini saya membutuhkan bantuannya dan tolong cepat datang kesini.
BIBI : Baik bu.
MAMAH : Aaaa... tolong... tolong... (Terus berteriak)
RIANA/
ARWAH : Tak ada yang bisa menolongmu sekarang.
PAK RIO YANG DIMAKSUD BU DHIANA DATANG DAN LANGSUNG MEMBANTU
RIANA : Aaaaaa... ( Kesakitan karena serangan yang diberikan Pak Rio)
ARWAH KELUAR DARI TUBUH RIANA MENYERANG PAK RIO, RIANA PINGSAN
ARWAH : Kurangajar, siapa yang berani padaku?
PAK RIO : Hei arwah, pergi kamu sekarang! (Perintah Pak Rio)
ARWAH : Aku akan pergi setelah mereka mati. (Nada membentak)
MAMAH : Kamu harus tahu, ibumu mati bukan karena aku, tapi murni karena kecelakaan sementara pernikahanku dan papahmu itu juga karena perjodohan.
ARWAH : Aku tidak percaya, dasar pembohong!
MAMAH : Kamu harus percaya, aku jujur. Aku bahkan sangat sedih saat tahu ibumu meninggal.
ARWAH : Aaaaaa (Langsung hilang dan musnah karena serangan mendadak Pak Rio)
PAK RIO : Dia sudah tenang.
RIANA : Aww. (Bangun dari pingsannya)
MAMAH : Riana, maafin mamah ya. Sekarang kita akan seperti dulu lagi, hidup bahagia. (Memeluk Riana)
RIANA : Mamah... (Bingung campur senang)
MAMAH : Terimakasih Bu Dhiana, bibi, Pak...
PAK RIO : Rio.
MAMAH : Terimakasih Pak Rio.
PAK RIO : Sama-sama bu, memang itu sudah tugas saya.
BU DHIANA : Iya, saya senang bila ibu dan Riana senang.
BIBI : (Tersenyum)
0 komentar:
Posting Komentar