Drama 1 Babak
BOOM
Oleh
Ulfa Rohimawati (9G/21)
TOKOH
:
LUNA
: Adik Bella, pelajar SMA,
usia 16 tahun, manja
BELLA : Kakak Luna, pelajar SMA, usia 18
tahun, suka belanja
PAK
TOMI : Polisi yang menyamar sebagai
penumpang biasa, usia 26 tahun
PAK
ARDI : Polisi yang menyamar sebagi
supir bis, usia 25 tahun
KRIS : Mahasiswa, usia 20 tahun
TERORIS :Yang
melakukan pengeboman di bis, mengenakan cadar dan didalam jubahnya tubuhnya dipenuhi kabel-kabel dan
bom , laki-laki, usia 29 tahun
DALAM
SEBUAH BIS YANG TENANG, YANG SEDANG MELEWATI JALAN SEPI YANG DIIRINGI OLEH
PEPOHONAN DAN JURANG , HANYA BERISI PENUMPANG SETENGAH BIS BAGIAN DEPAN YANG
KEBANYAKAN TERTIDUR. ADA SATU ORANG YANG BERDIRI DI DEKAT SUPIR, DAN ADA
PENUMPANG BERCADAR YANG DUDUK SENDIRI DI BANGKU BELAKANG.
BELLA : Lun, nanti di Jogja temenin beli
sepatu sama tas ya, katanya ada took lucu-
lucu
gitu..
LUNA : Kita ke Jogja kan mau njenguk ibu
sama ayah, bukan jalan-jalan
BELLA : Tapi juga bisa jalan-jalan kan?
LUNA : Terserah deh, aku mau tidur
BELLA : (Menoleh ke arah Luna dengan
cemberut)
(Dalam suasana tenang,
tiba-tiba terdengar suara ledakan dari bangku-bangku kosong belakang)
LUNA
DAN : (Berdiri dan menghadap ke belakang
degan terkejut)
BELLA
PAK
TOMI : Berenti DI! (Berlari ke belakang,
lalu menodongkan pistol ke seorang penumpang
yang mengenakan cadar dan mengambil sebuah tombol ditangan teroris dan
memborgolnya. Dilakukannya dengan gesit)
TERORIS : (Membrontak)
PAK
TOMI : Diam! (Melepaskan cadar,
kerudung, dan jubahnya, dan merusak bom yang melekat di tubuh teroris)
LUNA : Hah! Yaampun! (Terkejut)
BELLA : (Matanya melotot kaget)
PAK
TOMI : (Mengikat teroris ke tiang)
Harap semua tenang, saya adalah seorang polisi yang sedang bertugas menangkap
teroris ini bersama teman saya Ardi, dan bom sudah diamankan. Putar balik ke
kantor polisi Di! (Berteriak ke Ardi)
PAK
ARDI : (Menyupiri bis menuju kantor
polisi)
PAK
TOMI : Harap tenang, kami sudah
mengikuti teroris ini, kami pastikan dia sendiri dalam bis ini, dan hanya ada
satu om yang berbahaya dalam bis ini, yaitu bom pada badan teroris, tetapi.. (Pembicaraan
terpotong)
LUNA
DAN : (Terjadi ledakan di kursi mereka,
lalu berteriak dan keluar dari kursi)
BELLA
LUNA : Ibu..!!
BELLA : Aaa..!!
PAK
TOMI : (Sedikit terkejut) Tolong
semuanya tenang dulu! Di, berenti dulu!(Berteriak ke Ardi)
PAK
ARDI : (Memberhentikan bis dan berlari
ke belakang)
PAK
TOMI : Kamu gantiin aku jaga teroris
ini (Menuju tempat duduk Luna dan Bella) kalian tenang dulu
BELLA : Gemana sih, katanya gaada bom lain?
(Masih agak terkejut dan sedikit marah)
LUNA : (Masih sangat terkejut)
PAK
TOMI : Iya, tengin diri dulu, sini
duduk dulu (Menuntun mereka ke kursi belakang yang kosong, lalu mengambil air
mineral dari tasnya dan diberikan ke Bella dan Luna) ini minum dulu biar tenang.
PAK
ARDI : Semuanya harap tenang! Kita
akan pergi ke polres untuk melaporkan kejadian ini, tetap saya harap selama
dalam perjalanan kalian bisa tenang. Jika butuh air mineral ambil di kursi
bagian depan
PAK
TOMI : (Mengambil suntikan berisi obat
penenang dalam tasnya, dan memberikannya kepada Pak Ardi)
PAK
ARDI : (Menerima obat penenang yang
diberikan Pak Tomi, lalu menyuntikannya pada teroris) Kalian tenang saja,
teroris tidak sadarkan diri untuk beberapa saat.
PAK
TOMI : (Duduk di kursi seberang Bella,
tetapi menghadap ke Bella) udah tenang?
PAK
ARDI : Aku berangkatin lagi bisnya ya
(berbisik ke Pak Tomi dan berjalan menuju kursi supir)
PAK
TOMI : (Menoleh sebentar ke arah Pak
Tomi) Udah tenang kan mba? Nah tadi itu saya belum selesai bicara, jadi maksud
omongan saya tadi itu bom yang bebrbahaya hanya bom yang melekat pada tubuh si
teroris yang dapat meledakan bis dan seisinya, tetapi ada kemungkinan banyak
bom-bom lain yang hanya untuk menakut-nakuti saja, seperti yang ada di kursi
mba itu (menunjuk ke kursi tadi), tapi sekarang sudah aman karena si teroris
tidak sadarkan diri.
KRIS : (Dari tadi ikut mendengarkan
penjelasan Pak Tomi) Jadi ledakan kaya tadi ngga berbahaya?
PAK
TOMI : (Menoleh ke arah Kris yang
duduk di depan Luna) ya, paling hanya menimbulkan asap seperti itu (menunjuk
kursi tadi)
BELLA : Teroris kaya gitu tujuannya apa
sih?!
LUNA : (Menoleh ke belakang dan ikut
mendengarkan)
PAK
TOMI : (Sedikit berfikir) secara umum,
sebenernya mereka itu ngga setuju dengan sesuatu dan diselesaikan dengan
kekerasan
KRIS : iya sih, mereka ngga suka sama
orang kafir trus mereka neror-neror gini kan, bilangnya jihad di jalan Allah
LUNA : Emangnya mereka ngga masuk
golongan kafir? Mereka juga mbunuh-mbunuh orang gitu
BELLA : Kaya gitu jihad di jalan Allah!
PAK
TOMI : Sebenernya teroris itu kan
sebutan bagi orang yang suka meneror, tapi setelah ada kejadian-kejadian
seperti ini sebutan teroris lebih cenderung ke orang-orang muslim yang
alirannya sangat keras bahkan mungkin bisa dibilang udah menyimpang ya
KRIS : Hm.. ya saking ngerasa paling
bener, mbunuhin orang jadi kegiatan yang halal ya, haha..
BELLA : iya ya, sebenernya tuh mereka Cuma
ngehakimin orang, padahal itu bukan tugas mereka
LUNA : (Melirik ke arah teroris dengan
sinis)
PAK
TOMI : Ya, makannya kalian harus
hati-hati, kejadian kaya gini bisa terjadi dimana saja
LUNA : Lho, kok bisnya berenti, ada apa?
(sedikit takut)
BELLA, : (menoleh ke jendela)
KRIS,
DAN
PAK
TOMI
PAK
TOMI : ternyata kita udah sampai, ya
kalian bisa menunggu di kantor polisi, sekalian sebagai saksi, ayo turun
(membawa teroris)
BELLA
DAN : (Keluar bis)
KRIS
LUNA : (Berjalan di belakang Bella)